okay,

sebelumnya, ini bukanlah foto prewedding mereka.

jadi..sesi di Bali kemarin adalah sesi yang paling lama menurut saya, dan paling menyenangkan buat saya pribadi. paling lama karena saya betul-betul menikmati setiap waktu yang saya habiskan di Bali, kebetulan client saya kali ini adalah 2 pasangan yang menyenangkan, dan kedua lelakinya adalah teman satu alumni SMA saya dulu, hanya saja bedanya. yang satu pasang (Reonado dan Agnes) sudah / baru saja menikah, dan mereka mengambil sesi postwed karena kebetulan saya juga ada di Bali.. dan yang satu lagi, yang akan saya ceritakan ini adalah Krisnadi & Ferisca , lebih akrab dipanggil Kris & Ika.

Satu minggu sebelum kita berangkat ke Bali (managed and booked) dalam artian, tiket pesawat sudah kami pegang dan juga hotel selama di Bali sudah kami pesan sebelumnya. Kami sempat galau, karena Gunung Agung yang ada di Bali mengalami erupsi, kemudian banyak jadwal penerbangan terganggu dan otomatis kami pun takut-takut untuk memutuskan berangkat atau tidaknya kami ke Bali.

okelah, 3 hari sebelum berangkat, akhirnya kami memutuskan untuk tetap berangkat ke Bali, dengan segala resiko yang ada. keputusan untuk membuat Bali hanya tempat main ( casual sessions ) kami sebelum sesi prewedding mereka yang sebenarnya awal Januari nanti ke Vietnam, adalah keputusan yang sangat tepat menurut saya.

beberapa hari sebelumnya, saya sempat meminta kepada Kris & Ika untuk menceritakan kurang lebih bagaimana pandangan mereka satu sama lain, dan apa alasan kuat mereka sampai akhirnya mereka memutuskan untuk menikah. tentu ada hal dan cerita menarik dibalik keputusan besar tersebut.

Karena Kris adalah teman satu SMA saya dan kebetulan ternyata kami bertemu beberapa bulan kemarin di tempat latihan gym yang sama, dan kami pun memakai PT yang sama, otomatis saya lebih cenderung dekat dan tau cerita dari sisi Kris. ternyata, mereka belum lama pacaran, belum satu tahun malahan.. dan ternyata sempat dengar juga, Kris sempat travel dan stress karna pasangan hidup sebelum menjalin hubungan dengan Ika.

well,let the stories go..

sesampainya di Bali, kami pun memang bersantai ria. salah satu faktor terbesar yang membuat saya nyaman dengan mereka adalah ketika mereka mempercayakan apa yang akan saya foto, kemana kita akan pergi selama di Bali. tanpa tuntutan apapun. yang saya sadari, sebenarnya itu adalah hal terpenting, ketika anda berurusan dengan seniman / artist , anda tidak bisa menghalangi ruang gerak mereka untuk berkarya. begitupun saya, di hari pertama..pagi hari kita berangkat ke pantai serangan, yang ternyata jauh dari bayangan saya sebelumnya. kotor dan juga ummhh.. #tidakuntukdiceritakan , tapi ternyata, mereka puas dengan cara saya melihat keadaan dan memposisikan mereka dalam foto.

hari kedua berlanjut, dan thanks GOD selama kami di Bali, cuaca sangatlah baik dan kondisi jalanan pun lancar, (berhubung banyak tourist yang takut untuk berwisata di Bali akibat berita Gunung Agung) . hingga hari ketiga, hari terakhir kami mencoba explore tempat lain di Bali yang belum pernah kami datangi, tapi..pagi harinya ternyata hujan turun ketika kami bermaksud untuk mengexplore pantai Melasti yang menurut saya,pantai yang paling komplit yang pernah saya datangi..

akhirnya pagi hari tersebut, kami pulang lagi ke hotel dan melanjutkan hari ke area pantai Kuta, disana kami mencoba berbaur dengan masyarakat sekitar.. terasa sangat lama, karena waktu yang kami punya kami isi dengan tawa dan bercanda..bergurau..

sampai akhirnya, spot terakhir yang kami pakai tetap pantai Melasti, ketika kami datang kesana..

how lucky we are! kami sempat berkenalan dengan pasangan yang menyewakan mobil antik dengan harga miring, kemudian karena di pantai Melasti sedang dilakukan pembangunan. jadi pecalang dilarang untuk mengambil pungutan disini.

ternyata, disana kami bertemu dengan pasangan lainnya dari Bandung juga, dan ternyata videographernya pun kenal juga..ahaha.. terasa sempit juga Bali saat itu..lol..

oke, setelah explore beberapa spot yang ada di Melasti dengan view yang berbeda (ingat Rio, sang anjing pintar yang jago sekali berenang di laut), kemudian mobil antik dengan view sunset yang luar biasa…

saya memutuskan untuk mendekat ke area pantai, kita bermain kembang api, karena akan terlihat bagus di malam hari, dan ternyata sunset lebih cepat dari biasanya..tapi disini, moment ini dimulai..

ternyata Kris sudah mempersiapkan beberapa cetakan foto momen momen mereka selama berpacaran, liburan ke berbagai tempat. beberapa momen romantis mereka yang dibelakang masing-masing foto tersebut sudah dituliskan kalimat-kalimat tersendiri yang mewakili perasaannya kepada Ika.

sempat mengira bahwa itu foto orang lain yang tertinggal, ternyata akhirnya Ika sadar bahwa itu adalah foto mereka..

momen mereka selama ini

perhatian dan kenangan tentu adalah hal terpenting yang perlu dimiliki oleh setiap pasangan, begitu pula dengan Kris dan Ika..

setelah mengumpulkan semua foto-foto tersebut,.. saya mempersilakan mereka menikmati momen mereka yang sedang berlangsung..

“Terimakasih sudah mau mencoba” 

 

 

thanks untuk Reonado, Agnes dan istriku Imelda yang mempersilakan mereka menikmati momen bersama mereka, momen yang sekaligus menjadi satu memori manis untuk mereka selama sesi di Bali.

 

 

for your happiness,

 

 

warmest regards

 

 

Han | @liexiande

 

 

NB : foto-foto diatas tanpa edit yah,biar momen kalian berdua tetap apa adanya 😀