Bentuk fisiknya! inilah album menurut saya..

setidaknya saya tetap mengeluarkannya di tahun 2017 !!

sesuai target saya tahun kemarin, ini buah pikiran saya mengenai bagaimana saya akan memberikan hasil akhir kepada teman-teman yang mempercayakan saya untuk mendokumentasikan hal penting di hidup mereka.

benda ini simpel, setelah melalui beberapa kali revisi, berpuluh kali berganti material dan bahan, pengukuran ulang dan juga banyak hal-hal yang memang bagi saya, ini adalah bentuk karakter dan ciri bagaimana saya mendokumentasikan momen teman-teman.

pemilihan kayu pinus tanpa paku yang saya pilih sendiri, mungkin membutuhkan waktu yang lumayan lama sehingga hasil akhir seperti ini, dulu saya pernah membuat partisi.. sebelah kiri ada bagian yang terlapis acrylic, untuk ruang dekorasi simpel, berisikan materi / benda yang saya dapat ketika saya mendengar cerita teman-teman,benda-benda yang saya temukan ketika saya mengambil foto teman-teman. tidak selalu benda, ruang ini seperti simbol garis besar konsep yang teman-teman ciptakan selama sesi foto berlangsung.

ketika dibuka,ada 2 buah buku. yang sampai artikel ini saya tulis, sudah mengalami 8 atau 9 kali perombakan.

kalau teman-teman sempat melihat-lihat postingan di instagram saya, awal tahun 2017 saya sempat mengisi cover storybook teman-teman dengan ilustrasi dan desain tertentu, yang setelah saya pikir-pikir lagi, hal tersebut memakan waktu cukup lama untuk saya bermain dengan ilustrasi dan menggambar. kemudian, saya sempat beberapa kali merubah style cover dengan sampul / jaket untuk storybook teman-teman.

sampai akhirnya,hari ini..ketika jahitan terakhir lapisan kulit dari album ini saya potong ( ya,semua yang ada di benda ini murni handcrafted,sehingga setiap teman-teman akan mendapatkan detail album teman-teman secara exclusive dan personal ), album  ini terasa pas, dan cukup membuat saya menarik nafas.. “Oke, ini bentuk fisiknya! inilah album menurut saya!”

album.pdf

 

 

didalam album ini, saya menulis beberapa kalimat yang saya rasakan ketika saya melakukan sesi foto teman-teman. analogi ketika saya jadi teman-teman, dan juga cerita bagaimana kita mendapatkan moment ini.

 

karna saya berusaha untuk jujur, apa adanya ketika saya mendokumentasikan hari besar teman-teman, kurang lebih album wedding itu seperti ini dimata saya,

 

tebal halaman album ini tergantung seberapa banyak details dan momen yang saya dapatkan di hari besar kalian, semakin banyak momen dan details yang saya temui, akan saya masukkan kedalamnya.

 

satu bagian yang menjadi ide saya sejak awal adalah adanya bagian group photo, dimana teman-teman bisa melihat foto teman-teman satu halaman penuh, foto bersama keluarga, teman dan undangan yang hadir. saya rasa tidak perlu sistem kolase lagi setelah ini.

 

inilah album, menurut saya.

ide awalnya adalah ketika anda melihat storybook ini, anda tahu seberapa seriusnya saya mengambil bagian dalam hari besar teman-teman. selalu berusaha untuk maksimal dalam mengambil momen di hari besar teman-teman, dan juga harapan saya ketika teman-teman melihat keseluruhan isi dari album ini, teman-teman tidak perlu membuka file digital yang saya berikan dalam CD, karena setiap momen di hari besar teman-teman sudah ada di dalam album ini, album yang menjadi buah pikiran saya selama satu tahun kebelakang.

 

ini album menurut saya,dan yang saya tawarkan kepada teman-teman,

harapan saya kedepannya, album ini akan selalu mengalami perubahan yang lebih baik. setidaknya teman-teman mengenal saya lewat hasil karya saya ini.

 

terimakasih untuk mau membaca celotehan saya hari ini, 4 hari lagi menuju 2018, dan saya senang, target saya melihat bentuk nyata pikiran saya di tahun 2017 ini tercapai 🙂

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: